Tips Memotret Milky Way “City of Star”

By Categories : Tekno

Pada artikel ini akan berbagi tentang tips memotret Milky Way “City of Star” kepada para pembaca. Sebelum masuk ke bagian teknik tentang cara memotret Milky Way, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu yang disebut dengan Milky Way “City of Star”. Milky Way berasal dari bahasa Latin yaitu Via Lactea, dalam bahasa Yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti susu. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, Milky Way disebut dengan Bima Sakti. Tentu kita sudah mengetahui apa itu Bima Sakti, sebuah galaxi berbentuk spiral dengan banyak memiliki bintang-bintang yang berjumlah hingga ratusan miliar, berdiameter 100.000 tahun cahaya serta memiliki ketebalan hingga 1000 tahun cahaya.

Tips Memotret Milky Way

Milky Way atau Bima Sakti adalah sebuah galaksi yang berukuran kecil di antara galaksi-galaksi lainnya yang berjumlah jutaan di alam semesta ini. Setiap galaksi tersebut memiliki jutaan bintang-bintang, dan tata surya hanyalah sebuah titik bagian dari galaksi Bima Sakti di mana dalam tata surya tersebut terdapat bumi yang juga merupakan titik kecil sebagai tempat kehidupan kita, manusia yang ternyata sangat kecil di antara susunan jagat raya. Maka dari itu, dapat memotret Milky Way adalah satu hal yang sangat luar biasa. Untuk tips memotret Milky Way “City of Star”, simaklah ulasan berikut. Baca juga Aplikasi kompres foto terbaik.

Untuk mempelajari tips memotret Milky Way kita harus tahu dulu termasuk ke dalam bagian ilmu fotografi yang manakah memotret Milky Way itu. Astrofotografi adalah jawabannya. Astrofotografi merupakan ilmu fotografi yang mempelajari tentang seni mengambil gambar/ foto dengan objek seputar langit malam dan benda-benda langit seperti bintang, galaksi, planet, bulan, cluster, nebula, dll. Langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Tentukan waktu yang tepat untuk memotret Milky Way, yakni pada bulan Maret hingga Agustus (untuk kita yang berada di daerah khatulistiwa).
  2. Pilihlah foreground yang tepat (lereng tebing dan celah bukit). Dengan memilih foreground yang tepat seperti di perbukitan atau pegunungan maka secara tidak langsung terhindar dari polusi serta kebocoran cahaya. Jangan lupa hindari awan yang dapat menghalangi Milky Way terlihat.
  3. Setting Kamera untuk melakukan pemotretan Milky Way.
  • Pilihlah diafragma terbesar dari kamera, contoh: F/ 3,5.
  • Pilihlah speed yang terendah, cukup 30s. Jika menggunakan speed yang lebih maka akan mengakibatkan rana terbuka lebih lambat. Itu akan berefek pada hasil foto, bintang seperti bergaris.
  • Pilih ISO maksimal 1250.
  • Jangan lupa gunakan tripod dan cable release agar gambar tidak blur.
  • Pilihlah format RAW untuk hasil foto yang lebih berkualitas. Jangan gunakan format JPEG.
  • Pilihlah manual focus dan infinity agar ketajaman hasil dapat maksimal.
  • Setelah settingan siap, lakukanlah pemotretan.
Loading...