Teknologi Daur Ulang Sampah Menjadi Bahan bakar

By Categories : Tekno

Jutaan ton sampah diproduksi setiap hari maka dari itu perlu teknologi daur ulang sampah agar sampah organik cepat terurai dan non organik dapat di daur ulang untuk dimanfaatkan kembali. Disisi lain kebutuhan energi meningkat secara signifikan terutama di daerah daerah dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

teknologi daur ulang sampah menjadi listrik

Batu bara dari sampah
Beberapa daerah di indonesia mengalami krisis energi, sementara harga bbm semakin melambung tinggi. Belakangan ini di Kutai Kartanegara maupun di kabupaten-kabupaten lain disekitarnya di kalimantan timur yang tengah mengalami krisis energi listrik telah mengembangkan teknologi untuk merubah sampah menjadi bahan bakar serupa batu bara. Nantinya hasil pengolahan sampah ini akan dicampur dengan batubara asli, bahan bakar ini akan digunakan sebagai penggerak turbin pembangkit listrik.

Pabrik pengolahan sampah ini menghasilkan pupuk kompos dan batu bara. Presiden direktur PT Ametis Indo Sampah, Bayu Indrawan menjelaskan bahwa mesin pengolahan sampah tersebut menggunakan prinsip hidrotermal atau uap panas. Sampah yang akan diolah tersebut dimasukan kedalam mesin reaktor kemudian diberi uap panas bertekanan 20-30 bar. Saat sampah dikeluarkan hasilnya berupa bahan pupuk dan bahan batubara yang sudah tidak berbau. Jika 20% pupuk dicampur dengan 80% batu bara maka akan menghasilkan bahan yang memiliki karakteristik persis seperti batubara murni. Meskipun masih harus dicampur dengan batubara asli tetapi paling tidak kita sudah bisa memproduksi bahan bakar terbaru karena sampah terus dihasilkan setiap hari oleh masyarakat.

Gas metan dari sampah untuk pembangkit listrik
Tidak kalah dengan kabupaten kutai kartanegara, Palembang juga mampu memproduksi sampah menjadi energi. Istilah pembangkit listrik tenaga sampah akan semakin sering kita dengar di masa depan karena memiliki potensi yang besar dimana semakin banyak penduduk maka semakin banyak yang dihasilkan, ini berarti semakin banyak bahan bakar yang bisa dimanfaatkan.

TPA Sukawinatan telah mengoperasikan pabrik pengolahan sampah yang menghasilkan gas metan, gas ini akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. TPA lain yang sudah bisa mengolah sampah menjadi energi diantaranya yaitu TPA Jambangan, TPA trenggilis dan TPA Bratang yang berlokasi di surabaya. Masing-masing TPA tersebut mampu memproduksi listrik sebesar 4000 kilowatt. Jadi kalau rata-rata setiap rumah membutuhkan 1000 watt maka setiap TPA dapat memenuhi kebutuhan 4000 rumah disekitarnya.

Ibukota DKI Jakarta di TPA bantar gebang sudah mampu menghasilkan listrik 26 MW yang artinya hasil energi listrik yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan 26.000 rumah. Tentunya ini teknologi yang tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan tetapi juga memberikan manfaat akan kebutuhan energi dimasa depan .Konsep dan teknologi daur ulang sampah menjadi energi memang harus terus dikembangkan agar semakin banyak sampah yang bisa dimanfaatkan dan semakin kecil dampak buruk yang dihasilkan oleh sampah.

Loading...