Harddisk adalah sebuah penyimpanan data yang memiliki dengan suara putaran yang sangat familiar. Harddisk telah menjadi standard untuk penyimpanan data. Dengan kata lain hardisk memiliki pengerian yaitu merupakan piranti penyimpanan dimana data dapat disimpan di piringan metal yang berputar dan saling terintegrasi. Didalam sebuah harddisk biasanya terdapat lebih dari satu piringan untuk memperbesar kapasitas data yang di tampung.

hardisk vs ssd

Solid State Drive atau biasanya dipanggil dengan SSD ini adalah media penyimpanan model terbaru dimana memiliki kecepatan lebih cepat dan lebih kuat dibandingakn dengan harddisk biasanya. Walaupun bentuknya memiliki kesamaan dengan harddisk, tapi kedua perangkat penyimpanan ini sangatlah berbeda. SSD memiliki media penympanan yang telah menggunakan full berupa chip yang sama digunakan di flashdisk tetapi memiliki kualitas yang lebih bagus.

Berikut ini adalah perbedaan antara harddisk dengan SSD :

Solid State Drive

1. Tidak mengeluarkan suara bising atau berisik dikarenakan tidak adanya komponen yang bergerak, karena SSD memakai komponen mirip dengan flashdisk.
2. Tidak adanya start – up time.
3. SSD dapat hemat energi dibandingkan dengan harddisk atau lebih hemat daya.
4. Memiliki daya tahan yang kuat karena lebih kebal terhadap getaran, guncangan dan temperatur yang tinggi.
5. Menggunakan teknologi memory transistor yang membuka kemungkinan tercapainya pembuatan komputer yang dapat di hidupkan dan dapat di matikan seperti sebuah televisi. Sehinnga istilah shutdown, start – up dan sejenisnya dapat dihilangkan
6. Data transfer lebih cepat yaitu data transfer rate relative cepat dan mencapai kecepatan sekitar 600 MBps.
7. Memiliki harapan hidup yang lama yaitu memiliki potensi hidup hingga 140 tahun dan potensi harapan hidup dengan pemakaian terus menerus atau maksimal 50 tahun.
8. Harga SSD relatif lebih mahal yang dibandingakan dengan harddisk.

Hard Disk Drive

1. Menimbulkan suara bising bila berputar karena menggunakan magnetic platters dan bergerak tau berputar.
2. Memakan waktu pada saat start – up time karena harus mempersiapkan segala komponen – komponen yang ada di dalam harddisk.
3. Jika harddisk tidak bekerja pada suhu optimal maka potensi kehilangan data juga lebih besar.
4. Kecepatan rata – rata sekitar 50 – 100 MBps, karena data transfer rate kecepatan tergantung platters dan letak data.
5. Data – data yang terekam di platters memiliki potensi kehilangan data dikarenakan bila terpengaruh dengan medan magnet eksternal.
6. Harddisk memiliki heads dan platters sehingga bisa crash dan data magnetis yang terekam memiliki potensi yang besar dalam kehilangan data, karena harddisk akan cepat rusak apabila terkena goncangan.
7. Memiliki harapan hidup dengan penggunaan maksimal 3 – 5 tahun dan memiliki potensi harapan hidup 20 – 30 tahun.
8. Harga harddisk lebih murah jika dibandingakan dengan SSD.