Mitsubishi Segera Mengeluarkan Mobil Baru

Pasca sukses dengan Xpander, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) siap merilis produk baru. Rencana ini diungkap Naoya Nakamura yang Selasa (25/9) depan bakal resmi duduk di kursi presiden direktur MMKSI. Naoya menjadi orang nomor distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC) di Indonesia menggantikan Kyoya Kondo. Sebelumnya, Naoya menjabat sebagai Presiden Direktur MMC Rus LLC, distributor MMC di Rusia. Sayang, Naoya masih belum mau blak-blakan membeberkan produk baru tersebut dan waktu peluncurannya. Yang terang, rencananya itu sudah diketahui oleh manajemen di Tokyo.

Mitsubishi Segera Mengeluarkan Mobil Baru

“Sebelum datang ke Jakarta, saya sudah bertemu dengan manajemen dan bagian R&D (riset dan pengembangan) di Tokyo. Kami tentu akan rakit lagi produk global baru di pabrik Indonesia,” katanya, Rabu (19/9). Produk terakhir yang Mitsubishi luncurkan adalah Xpander. Naoya bilang, pasca peluncuran mobil tujuh penumpang (MPV) ini, persepsi konsumen Indonesia terhadap merek Mitsubishi berubah. Maklum, Mitsubishi lebih dikenal sebagai merek kendaraan niaga komersial. Selain mengeluarkan produk, Naoya juga bakal meningkatkan volume penjualan produk-produk yang sudah ada di Indonesia.

Secara global, dia bilang, angka penjualan Mitsubishi sekarang belumlah cukup. Untuk itu, Mitsubishi membutuhkan nilai posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan pabrikan otomotif lainnya. “Saya diminta manajemen MMC untuk meningkatkan bisnis kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ungkap Naoya.

Aliansi Nissan
Terkait produk aliansi Nissan-Renault dengan Mitsubishi, Naoya belum mengetahui secara detail dampaknya diIndonesia. Tapi, ia menyambut positif kongsi tersebut. Dia memprediksikan, aliansi itu akan membawa efek baik di Indonesia. “Bagaimana pun MMC sudah jadi bagian dari aliansi dan jika ada kesempatan bagus saya ingin menjajakinya,” sebut Naoya. Irwan Kuncoro, Director of Sales and Marketing Division MMKSI, menjelaskan, aliansi tersebut lebih ke arah koordinasi operasional. Namun, untuk pembagian platform produk selanjutnya, belum ada yang konkret. “Studi bersama mengenai suplai dan logistik memang ada, kalau secara produk masih di level prinsipal,” katanya.

Menurut Hana Maharani, Head of Communications PT Nissan Motor Indonesia, langkah konkret aliansi NissanRenault dengan Mitsubishi di Indonesia memang belum ada. Tetapi di level prinsipal, memang ada penyelarasan di bagian rantai distribusi (supply chain) agar tercipta e?siensi di bidang logistik. Bahkan, program efisiensi juga ada di tingkat riset produk. Soalnya, dengan aliansi, biaya riset yang besar bisa ditanggung bersama. “Tapi, dari segi branding dan pemasaran, masing masing tetap bersaing,” imbuh Hana kepada KONTAN, Jumat (21/9). Nissan Indonesia punya strategi jangka menengah periode 2018–2022. Rencana ini fokus pada pelanggan. Misalnya, ekspansi produk dan perluasan jaringan diler yang sejalan dengan rencana jangka menengah Nissan secara global. Sekarang, jaringan diler Nisan Indonesia sudah mencapai 105 gerai dan akan bertambah menjadi 108 outlet sampai akhir tahun.